Selasa, 19 Juni 2018

Generasi demi Generasi

Santapan Harian Selasa, 19/06/2018
Kejadian 22:20-24

Pada zaman sekarang, sebuah keluarga yang ekonominya menengah, atau di bawah rata-rata, apabila memiliki lebih dari dua anak bisa merepotkan. Sebab tuntutan kebutuhan hidup semakin tinggi. Belum lagi ditambah dengan biaya pendidikan, kesehatan, transportasi, dan lain sebagainya. Karena itu, pada masa Orde Baru, pemerintah mencanangkan program Keluarga Berencana untuk membatasi angka kelahiran. Program tersebut boleh dikatakan cukup berhasil. Beda halnya dengan kisah zaman Alkitab. Pada masa itu, banyak keluarga memiliki banyak anak. Salah satu contohnya adalah Nahor, saudara Abraham yang memiliki dua belas anak. Berita kelahiran anak laki-laki bagi Nahor sampai ke telinga Abraham yang tinggal di Bersyeba. Tentu saja berita itu adalah kabar baik. Sementara kita tahu Abraham sendiri hanya punya dua anak, yakni Ismael dan Ishak. Salah satu anak Nahor, yakni Betuel, yang merupakan ayah Ribka. Ribka kelak menjadi istri Ishak dan menantu Abraham. Perlu diketahui bahwa kelahiran Ishak merupakan janji Allah dan Abraham sendiri harus bersabar menantikan penggenapan janji Allah atas hak warisnya. Karena itu, ketika Abraham mendengar berita sukacita atas kelahiran anak-anak Nahor, ia melihat karya Allah juga terjadi atas kehidupannya. Berita kelahiran dalam kehidupan kita layak disikapi dengan sukacita. Kehadiran generasi baru menandakan tiga hal, yaitu: Pertama, sebagai karya Allah dalam sejarah manusia, yaitu pergantian generasi demi generasi. Kedua, tanggung jawab manusia untuk beranak cucu. Ketiga, merawat bumi dengan mengembangkan potensi yang telah Allah berikan dalam diri manusia untuk mendatangkan kebaikan bagi sesama dan alam. Ketiga sistem nilai ini harus disadari oleh setiap orangtua untuk ditanamkan pada generasi berikutnya. Marilah kita menyambut setiap kelahiran seorang anak sebagai mahakarya Allah. Pada saat yang sama kita tidak boleh melupakan bahwa tugas kita adalah membina generasi baru agar mereka berguna bagi Kerajaan Allah. [KA]

Sumber: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/print/?edisi=20180619

Tidak ada komentar:

Posting Komentar