Halloween atau Hallowe'en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata "Trick or treat!" Ucapan tersebut adalah semacam "ancaman" yang berarti "Beri kami (permen) atau kami jahili."
Jumat, 30 Oktober 2015
Minggu, 14 Juni 2015
Peran Serta Mahasiswa dalam Pembangunan Bangsa
PERAN
SERTA MAHASISWA DALAM PEMBANGUNAN BANGSA
Generasi muda
merupakan salah satu pilar penting penentu bangsa. Artinya, generasi muda
memiliki tanggung jawab yang sama dengan elemen masyarakat lainnya untuk ikut
mewujudkan kehidupan sadar hukum dan menghargai pranata hukum konstitusi yang
berlaku di masyarakat .
Tulang punggung
perubahan itu ada di tangan pemuda, khususnya mahasiswa disini karena mahasiswa
secara strata sosial diyakini setiap orang dapat dipercaya dan memiliki capital
intelektual dan sosial lebih baik dibandingkan dengan cluster pemuda lainnya
yang tak bergelar mahasiswa. Kurang tepat rasanya jika kita sebagai mahasiswa
hanya memiliki cita-cita yang orientasinya terlalu egosentris, belajar yang
baik, dapat gelar cum laude, lulus cepat dengan segudang prestasi akademik,
lalu cari kerja, nikah, punya anak, ingin punya rumah yang besar dan bagus,
lalu di kala tua hidup dengan nyaman tanpa gangguan. Egois sekali rasanya kalo
kita memiliki cita-cita seperti itu tanpa punya cita-cita untuk bisa
berkontribusi bagi proses perbaikan nasib bangsa ini, tanpa berpikir untuk bisa
hidup bermanfaat bagi masyarakat Indonesia secara luas. Tidak salah memang,
tapi kurang tepat untuk kondisi negara kita saat ini yang sedang carut marut,
bangsa ini butuh bahan bakar dan bahan bakar itu ada dalam diri mahasiswa.
Percayalah bahwasanya proyek kebangkitan bangsa ini akan dipelopori oleh kaum
intelektual mahasiswa,seperti sejarah yang terus berulang dari masa ke masa .
Peran mahasiswa
sebaiknya dalam membangun proyek kebangkitan bangsa adalah mengisi pembangunan,
melakukan social control terhadap kebijakan pemerintah, dan melakukan
pengabdian pada masyarakat. Mengisi pembangunan misalnya adalah dengan cara
belajar dengan baik di kampus, ikut lomba sana-sini, membuat suatu penelitian
atau temuan-temuan baru yang dapat menjawab permasalahan yang ada. Mengisi
pembangunan dengan intellectual capital yang mahasiswa seharusnya miliki .
Melakukan social
control terhadap segala kebijakan pemerintah, namun ketika mahasiswa berbicara
sebagi agen of control ada sekian konsekuensi yang menghadang baik berupa
tekanan, ancaman maupun bentuk lain dan sejenis, walaupun demikian bukan
berarti konsekuensi semacam ini lantas mampu menyurutkan mahasiswa dalam
cita-citanya yang mulia selama mahasiswa memahami perannya sebagai agen of
control. Mahasiswa adalah salah satu kelompok elit dalam masyarakat yang masih
memiliki idealisme yang tinggi, dikarenakan posisi mahasiswa sebagai cluster
penerus bangsa yang sanggat dihapkan mampu membawa perubahan maka tidaklah
bijak apabila mahasiswa hanya diam ketika melihat kesewenang-wenangan baik
dilakukan oleh pihak pemerintah maupun pihak non pemerintah, dalam konteks ini
mahasiswa haruslah mampu menempatkan diri sesuai dengan fungsi sosialnya secara
tepat walapun mahasiswa seakan-akan terpisah dari jenis masyarkat lainnya
tetapi sejatinya mahasiswa tetap terikat dengan fungsi-fungsi sosialnya, maka
mahasiswa haruslah mampu menjadi suatu cluster masyarakat yang mampu membaca
kebenaran secara proporsional, ketika pemerintah misalnya benar dalam
kebijakannya maka mahasiswa harus berani memuji keberhasilan pemerintah dan
sebaliknya ketika pemerintah mengambil keputusan yang menyudutkan rakyat maka
mahasiswa harus berada di barisan depan perjuangan. Tetapi sekali lagi bahwa
mahasiswa haruslah mehamami perannya secara utuh dan mendalam karena dinamika
saat ini cenderung merujuk pada jenis mahasiswa yang egois, yang hanya
menganggap diri mereka sebagai cluster tersendiri dari masyarakat yang sedikit
atau bahkan sama sekali memeliki ikatan fungsi-fungsi sosial tertentu, sehingga
yang terjadi beberapa tahun terakhir mahasiswa kehilangan jatidirinya hal ini
ditandai dengan teriakan-teriakan mahasiswa yang kurang mengena dan kontekstual
dengan kebutuhan dan harapan masyarakat, kecenderungan yang terjadi adalah
mahasiswa membawa kepentingan kelompok, kepentingan cluster tertentu, maupun
yang paling parah suara mereka adalah suara hasil provokasi yang terkadang
kurang mendasar serta difrent orientation .
Melakukan
pengabdian yang rutin dan massive kepada masyarakat luas. Penyuluhan-penyuluhan
telah banyak digalakkan di desa-desa sebagian lingkar kampus bahkan desa di
seluruh pelosok di Indonesia, namun sayang kesadaran semacam ini hanya dimiliki
oleh segelintir mahasiswa, sebuah pekerjaan rumah yang cukup rumit sebenarnya
bagi bangsa Indonesia namun harapan selalu muncul seiring dengan munculnya
generasi baru mahasiswa Indonesia. Tidak bisa dipungkiri tampilnya mahasiswa
sebagai genarasi pengapdi adalah peranan mahasiswa yang paling diharapkan segera
muncul namun, kondisi setelah perang kemerdekaan menunjukan progress kearah
sebaliknya, mahasiswa era modern cenderung apatis dengan kondisi masyarakat
walupun memang ada sebagain kecil mahasiwa yang begitu peduli dengan kondisi
masyrakat, hal ini amatlah ketika kita bandingkan dengan konteks mahasiswa pada
zaman kemerdekaan yang tidak hanya menyuarakan pembelaan terhadap kepentingan
masyarakat tetapi mereka sekaligus menjadi barisan depan yang melalukan
perubahan baik berupa pemikiran maupun pratik nyata, dan terbukti Indonesia
mampu terbebas dari belenggu penjajahan, maka tiada yang lebih bijak ketika
mahasiswa dengan sekian kondisinya terus memegang cita-cita sebagai suatu
cluster intelektual yang senantiasa bertangungjawab dengan kondisi sosial-kemasyarakatan
.
Dengan memahami
secara bijak akan peran mahasiswa, kebangkitan bangsa ini tak akan lama lagi
kita raih. Mengisi pembangunan, melakukan control social terhadap kebijakan
pemerintah, dan pengabdian masyarakat adalah peran-peran mahasiswa unggulan yang
dibutuhkan dengan segera saat ini. Mahasiswa harus dapat memerankannya secara
proporsional, adil, arif dan bijak tanpa hanya mengambil satu peran saja dan
menggugurkan peran-peran lainnya. Saat ini yang paling dibutuhkan adalah
mahasiswa-mahasiswa dengan semangat juang tinggi dalam mengoptimalkan
kemerdekaan sehingga mahasiswa Indonesia menjadi mahasiswa seutuhnya yang tidak
hanya berani menyuarakan saja tanpa berani mengambil tidakan nyata. Dengan
demikian mahasiswa Indonesia mampu benar-benar menjadi pioner pembangunan
bangsa .
Kamis, 05 Maret 2015
Dibalik Kerasnya Seorang Ayah
Biasanya bagi seorang anak
perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperatauan, yang ikut
suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau
kuliah jauh dari kedua orangtuanya, akan sering mersa kangen sekali dengan
mamanya.
Lalu Bagaimana dengan ayah?
Mungkin karena mama lebih sering
menelpon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari. Tapi tahukah kamu, jika
ternyata ayahlah yang mengingatkan mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil,
mamalah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah
kamu, bahwa sepulang ayah bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan
pada mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak
perempuan kecil....ayah biasanya mengajari putri kecilnya itu naik sepeda. Dan
setelah ayah menganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu.
Kemudian mama bilang, “jangan dulu ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya”.
Mama takut putri kecilnya terjatuh lalu terluka.
Tapi sadarkah kamu? Bahwa ayah
dengan yakin akan mebiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan
seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menagis menrengek
meminta boneka atau mainan yang baru, mama menatapmu iba. Tetapi ayah akan
mengatakan denga tegas, “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, ayah melakukan itu
karena ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang
selalu dapat dipenuhi.
Saat kamu sakit pilek, ayah yang
selalu terlalu khawatir sampai kadang sedikit membntak denga berkata, “sudah
dibilangi, kamu jangan minum air dingin”. Berneda dengan mama yang memperhatikan dan menasehatimu
dengan lembut. Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak
remaja, kamu mulai menuntut pada ayah untuk dapat izin keluar malam, dan ayah
bersikap tegas dan mengatakan, “ tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa ayah
melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang
sangat-sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada ayah,
dan masuk ke kamar sambil membanting pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan
membujukmu agar tidakmarah adalah mama.
Tahukah kamu, bahwa saat itu ayah
memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa ayah sangat ingin
mengikuti keinginanmu, tapi lagi-lagi dia harus menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai
sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, ayah akan
memasang wajah paling cool sedunia. Ayah sesekali menguping atau mengintip saat
kamu sedang ngobrol berdua diruang tamu.
Sadarkah kamu, kalau hati ayah
merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya,
dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan
memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan ayah adalah duduk
diruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan
setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut, ketika melihat putri kecilnya
pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan ayah memarahimu.
Sadarkah kamu, bahwa ini karena
hal yang sangat ditakuti ayah akan segera datang?
“Bahwa puteri kecilnya akan
segera pergi meninggalkan ayah”
Setelah lulus SMA, ayah akan
sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter atau insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan
yang dilakukan ayah itu semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.
Tapi ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan
keinginan ayah.
Ketika kamu menjadi gadis dewasa,
dan kamu harus pergi kuliah dikota lain, ayah harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan ayah
terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil
meberi nasehat ini itu dan menyuruhmu untuk berhati-hati. Padahal ayah ingin
sekali menangis seperti mama dan memelukmu erat-erat. Yang ayah lakukan hanya
menghapus sedikit air mata disudut matanya, dan menepuk pundakmu sambil
berkata, “ jaga dirimu baik-baik sayang”. Ayah melakukan itu semua agar kamu
kuat. Kuat untuk pergi dan menjadi dewasa. Disaat kamu butuh uang untu
membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening
adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa
sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar
meminta boneka baru, dan ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan,
kata-kata yang keluar dari mulut ayah adalah, “ tidak...tidak bisa!” padahal
dalam batin ayah, ia sangat ingin mengatakan, “ iya sayang, nanti ayah belikan
untukmu”.
Tahukah kamu, bahwa pada saat itu
ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saat kamu di wisuda sebagai
seorang sarjana, ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk
tangan untukmu. Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat putri
kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang.
Sampai saat seorang teman
lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya,
ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena ayah tahu bahwa lelaki
itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya, saat ayah melihatmu
duduk di panggung pelaminan bersama seseorang lelaki yang dianggapnya pantas
menggantikannya, ayah pun tersenyum bahagia.
Apakah kamu mengetahui, dihari
yang bahagia itu, ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Ayah
menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa....dalam lirih
doanya kepada Tuhan, ayah berkata:
“Ya Tuhan tugasku
telah selesai dengan baik...putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi
wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersamanya suaminya”
Setelah itu ayah hanya bisa
menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk
menjenguk. Dengan rambut yang telah beruban dan semakin memutih, dan badan
serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya, ayah telah
menyelesaikan tugasnya.
Ayah, papa, atau bapak kita
adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak terlihat
kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.
Dan dia adalah orang yang pertama yang selalu yakin bahwa “kamu bisa” dalam
segala hal.
daddy...in the deepest of my
heart, I love you.
Langganan:
Komentar (Atom)